Makanan untuk Pasien Radioterapi: Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi?
- dr. Andreas Ronald Sp.Onk.Rad

- 6 days ago
- 4 min read
Halo, saya dr. Andreas Ronald, Sp.Onk.Rad, dokter spesialis onkologi radiasi yang menangani pasien kanker di RS Bali Mandara. Dalam praktik sehari-hari, pasien sering bingung harus makan apa ya saat menjalani radioterapi kanker.
Tidak sedikit pasien yang bertanya:
Apa yang boleh dimakan?
Apakah ada pantangan tertentu?
Apakah makanan bisa memengaruhi hasil terapi?
Dari pengalaman saya, kebingungan ini biasanya bukan disebabkan oleh satu hal saja, tetapi merupakan kombinasi dari berbagai faktor—mulai dari informasi yang tidak lengkap, kekhawatiran berlebihan, hingga banyaknya mitos yang beredar di masyarakat.
Akibatnya, pasien sering kali tidak mendapatkan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhannya selama menjalani terapi. Di sinilah pentingnya memahami bahwa makanan bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari proses perawatan itu sendiri.
Tidak hanya untuk melawan sel kanker, tetapi juga untuk:
Memperbaiki jaringan tubuh yang terkena terapi
Menjaga daya tahan tubuh
Beradaptasi dengan efek samping yang mungkin muncul

Perlu dipahami bahwa tidak ada satu pola makan yang sama untuk semua pasien.
Namun, ada beberapa prinsip dasar yang bisa menjadi panduan selama menjalani radioterapi.
Fokus utamanya bukan pada “pantangan ketat”, tetapi pada bagaimana tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menjalani terapi dengan optimal.
1. Pastikan Asupan Protein Tercukupi
Selama radioterapi, tubuh membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup karena berperan penting dalam:
Perbaikan jaringan yang terkena radiasi
Menjaga massa otot
Mendukung sistem imun
Dalam kondisi terapi kanker, kebutuhan protein sering kali meningkat dibandingkan orang sehat. Sumber protein yang dianjurkan meliputi:
Telur
Ikan
Daging ayam atau daging tanpa lemak
Tahu dan tempe

Jika pasien mengalami penurunan nafsu makan, pendekatan yang bisa dilakukan adalah:
Memberikan porsi kecil tetapi lebih sering
Memilih protein yang lebih mudah dikonsumsi (misalnya telur atau ikan)
Pada kondisi tertentu, seperti pasien dengan penurunan berat badan, peningkatan asupan protein menjadi salah satu fokus utama untuk mencegah malnutrisi.
2. Karbohidrat sebagai Sumber Energi
Selama menjalani radioterapi, kebutuhan energi tubuh biasanya meningkat. Tubuh tidak hanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga untuk proses pemulihan jaringan dan respons terhadap terapi. Karena itu, karbohidrat tetap menjadi sumber energi utama yang penting. Namun, yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlahnya, tetapi juga kualitasnya. Sebaiknya pilih sumber karbohidrat yang:
Minim proses (whole food)
Mengandung serat alami
Memberikan energi secara bertahap (tidak cepat naik-turun)
Contohnya:
Nasi (putih atau merah sesuai toleransi pasien)
Kentang
Ubi
Singkong

Pada beberapa pasien, terutama yang mengalami penurunan nafsu makan, nasi putih justru lebih mudah dikonsumsi dan tetap dapat menjadi pilihan yang baik selama kebutuhan energi terpenuhi.
Sebaliknya, makanan ultra-proses seperti:
Snack kemasan tinggi gula
Minuman manis berlebihan
Makanan instan
sebaiknya dibatasi karena cenderung:
Rendah nutrisi penting
Tidak memberikan rasa kenyang yang optimal
Dapat memperburuk fluktuasi energi dan nafsu makan
Pendekatan yang lebih realistis adalah bukan melarang sepenuhnya, tetapi mengutamakan makanan yang lebih alami sebagai sumber utama energi.
Dengan asupan karbohidrat yang tepat, pasien dapat mempertahankan energi yang stabil, yang penting untuk menjalani terapi secara konsisten dan menjaga kondisi
tubuh tetap optimal.
3. Sayur dan Buah untuk Mendukung Daya Tahan Tubuh
Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan antioksidan yang berperan dalam:
Mendukung sistem imun
Membantu proses pemulihan
Menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan
Namun, pada pasien radioterapi, toleransi terhadap makanan bisa berbeda-beda.
Sebagai contoh:
Jika terdapat sariawan atau nyeri menelan → pilih sayur yang dimasak lunak
Jika ada gangguan pencernaan → pilih buah yang tidak terlalu asam dan lebih mudah dicerna
Cara konsumsi bisa disesuaikan, seperti:
Sup sayur
Tumis dengan sedikit minyak
Buah yang dipotong kecil atau dibuat jus tanpa gula berlebihan
Pendekatan fleksibel ini penting agar pasien tetap mendapatkan nutrisi tanpa memperparah keluhan.
4. Cukupi Kebutuhan Cairan
Hidrasi yang baik sering kali terabaikan, padahal sangat penting selama radioterapi.
Cairan berperan dalam:
Mencegah dehidrasi
Membantu fungsi metabolisme tubuh
Mengurangi rasa lemas dan kelelahan
Kebutuhan cairan dapat berbeda pada tiap pasien, tetapi secara umum perlu dijaga agar tetap cukup setiap hari.
Pilihan yang dianjurkan:
Air putih sebagai utama
Sup hangat
Jus buah tanpa tambahan gula berlebihan
Pada pasien dengan keluhan seperti mual atau sulit minum dalam jumlah besar, cairan dapat diberikan:
Dalam jumlah kecil tetapi lebih sering
Dengan variasi suhu (hangat atau dingin sesuai kenyamanan pasien)
Makanan yang Perlu Disesuaikan (Pendekatan Individual)
Penting untuk dipahami bahwa tidak ada “pantangan mutlak” yang berlaku untuk semua pasien. Namun, beberapa jenis makanan perlu disesuaikan berdasarkan kondisi yang dialami selama terapi.
1. Makanan Pedas atau Asam
Pada pasien dengan:
Sariawan
Iritasi mulut atau tenggorokan
Makanan pedas atau asam dapat memperparah keluhan, sehingga sebaiknya dikurangi sementara waktu.
2. Makanan Keras atau Sulit Ditelan
Terutama pada radioterapi di area kepala dan leher.
Disarankan memilih makanan dengan tekstur:
Lunak
Mudah dikunyah
Tidak menyebabkan nyeri saat menelan
Pendekatan ini membantu menjaga asupan tetap adekuat meskipun ada keterbatasan.
3. Makanan Tinggi Lemak Berlebihan
Pada beberapa pasien, makanan tinggi lemak dapat:
Memperlambat pengosongan lambung
Memicu mual atau rasa tidak nyaman
Karena itu, konsumsi dapat dibatasi dan disesuaikan dengan toleransi masing-masing pasien.
Setiap Pasien Bisa Berbeda
Salah satu prinsip penting dalam nutrisi pasien kanker adalah pendekatan individual.
Efek radioterapi sangat bergantung pada lokasi terapi, misalnya:
Area kepala dan leher → gangguan menelan, sariawan
Area perut atau panggul → gangguan pencernaan
Karena itu, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan:
Lokasi terapi
Kondisi klinis pasien
Keluhan yang dirasakan selama terapi
Pendekatan yang fleksibel dan individual ini justru memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan aturan yang terlalu kaku.
Dalam praktik sehari-hari, saya sering melihat bahwa perhatian terhadap nutrisi masih belum menjadi fokus utama, padahal perannya sangat besar dalam keberhasilan terapi kanker.
Asupan yang tepat dapat membantu:
Menjaga kekuatan tubuh selama radioterapi
Mengurangi risiko komplikasi
Mendukung proses pemulihan secara keseluruhan
Yang terpenting bukanlah diet yang sempurna, tetapi memastikan pasien tetap mendapatkan nutrisi yang cukup, sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Semangat untuk kamu yang sedang beruang!
Salam hangat,
dr.Andreas Ronald Sp.Onk.Rad



Comments