top of page
Search

Sakit kanker payudara? Apakah bisa sembuh ?

  • Writer: dr. Andreas Ronald Sp.Onk.Rad
    dr. Andreas Ronald Sp.Onk.Rad
  • Jan 11
  • 3 min read

Updated: Jan 17



Halo saya dr. Andreas Ronald, dokter spesialis onkologi radiasi yang menangani pasien di bali. Kanker payudara adalah salah satu kasus yang paling saya sering tangani. Meskipun hidup dan mati sejatinya di tangan Tuhan, sebagai dokter yang bergerak di bidang kanker, saya coba memberi jawaban dari pengalaman saya. Oleh karena hubungan baik saya dengan pasien, tak jarang dari pasien mengajak saya bertukar sosial media. Hal ini memberikan saya kesempatan untuk dapat rutin memantau keadaan pasien, meski kadang pasien yang sudah merasa sehat sering malas untuk kontrol, namun saya dapat memantau keadaan mereka lewat social media. Saya bisa simpulkan sebagian besar pasien saya yang disiplin dan "tidak menunda" berobat, tetap bisa menjalani hidup normal. Mereka tetap bisa melakukan hobi mereka seperti traveling dan tetap bisa hidup selayaknya orang sehat.


pengobatan yang maksimal bagi saya sebagai seorang dokter spesialis onkologi radiasi ditentukan oleh faktor 4 faktor :


  1. tenaga kesehatan

  2. pesawat radiasi ( LINAC) dan pendukungnya

  3. pasien

  4. penyakitnya


jika ada salah satu diantara ketiga ini yang kurang optimal maka hasil pengobatan pun kurang optimal. seperti sebuah orkestra. jika ada salah satu instrumen musik yang tidak kompak makan musik pun tidak akan bagus outputnya. begitu juga dengan terapi kanker.


oke sebelum ke topik apakah pasien kanker bisa sembuh, saya jelaskan dulu satu2 mengenai pentingnya peran masing2.


1. tenaga kesehatan



pada tenaga kesehatan (dalam hal ini dokter,perawat,radiografer, fisika medis dan bahkan admin) serta koloborasi juga dengan antar dokter perujuk seperti melakukan onkoboard meeting seperti yang dilakukan di rumah sakit saya, hal itu memberi dampak ke pengobatan yang optimal. karena diagnosa akan lebih tepat serta pemberian terapi pun akan tersinkronisasi seperti tindakan kemo dan radiasi yang dilakukan simultan atau berapa jarak ideal antara operasi dan kemoterapi ke radiasi juga bisa disinkronkan. hal ini tentu akan memberikan manfaat yang sangat besar ke pasien dari hal yang terlihat simpel namun penting.



hal yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana layanan ini terdelivered dengan baik. sikap ramah dari tenaga medis dan komunikasi yang baik terlihat sepele namun ini sangat vital. seringkali pasien tidak berobat atau takut berobat karena dokternya jutek dan kurang informatif tapi sebenarnya yang saya rasakan hal ini justru faktor yang penting. hubungan dokter dan pasien. sering saya temuin pasien yang awalnya tidak mau berobat namun hanya perlu diyakinkan dan diberikan gambaran secara lengkap agar bisa membuat keputusan dengan baik dan mempersiapkan diri dengan baik sehingga impactnya pengobatan lebih maksimal.


tak jarang juga saya mengikuti perkembangan pasien saya di social media. disana saya juga ada perasaan bahagia mengetahui bahwa pasca pengobatan, kankernya berhasil terkontrol sehingga mereka bisa mendapatkan kualitas hidup yang baik. tetap perlu diingat ya kalau tetap dipengaruhi faktor lain seperti sedini apa berobat, kepatuhan berobat juga


  1. Pesawat radiasi (Linac)



penting buat pasien mendapatkan pengobatan radiasi dengan teknik terkini. teknik yang dahulu 2 dimensi sekarang sudah berkembang menjadi lebih spesifik yaitu IMRT(Intensity Modulated Radiotherapy) teknik yang semakin canggih ini bisa lebih meminimalkan efek samping karena dosis yang diberikan seperti dipahat mengikuti bentuk target radiasi. hal ini yang mebedakan dengan teknik 2D yang efek sampingnya jauh lebih berat. selain itu penting juga memastikan bahwa antrian radiasi tidak panjang. sehingga pasien penting mencari informasi rumah sakit manakah BPJS maupun Umum dengan teknik radiasi tersebut yang tidak antri karena tidak jarang di suatu Rumah sakit antri bisa lebih dari 6 bulan bahkan 1 tahun. dengan mengetahui rumah sakit yang tidak antri tentu pengobatan radiasi bisa terdelivered dengan lebih cepat terlebih mempertimbangkan faktor tumor yang agresif. tentunya pengobtana harus lebih cepat dan agresif


  1. Penyakit ( tumornya)


Semakin dini berobat tentu semakin baik. pada kasus kanker payudara dengan pengobatan optimal, harapan hidup hingga 20 tahun atau lebih itu memungkinkan. seiring dari meningkatnya stadium kemudian derajat keganasan tentu akan mempengaruhi harapan hidup pasien


  1. Pasien


Ini adalah faktor yang tidak kalah pentingnya karena meskipun alat sudah semakin canggih, diagnosa dan pengobatan sudah tepat serta sudah ditemukan dalam stadium dini namun jika pasien tidak berobat tentu hasil akan berbeda. selain itu saat berobat, kepatuhan atau compliance terhadap terapi yang diberikan juga mempengaruhi hasil pengobatan. hal ini tidak sepenuhnya salah pasien namun jika sebagai dokter memberikan informasi yang tepat dan membuat pasien nyaman serta mampu mempersiapkan diri dalam menghadapi pengobatan, maka pasien lebih punya awareness terhadap penyakitnya dan bisa mengambil keputusan dengan tepat. disitulah saya ingin membantu pasien agar dapat memahami apa yang dijalani sehingga hasilnya lebih maksimal



jadi kanker payudara bila ditangani dengan baik dengan indikator semua faktor tersebut saling mendukung , maka hasil terapi maksimal dan bukanlah vonis mati dan harapan hidup panjang bahkan sampai tua bukanlah hal yang tidak mungkin.


Salam hangat,



dr. Andreas Ronald Batara Sebastian, Sp. Onk. Rad






 
 
 

Comments


bottom of page